Tag: jurnalis

  • Tiga Berita Terkini: Jurnalis Tewas di Gaza, Profil Caspar Veldkamp

    Tiga Berita Terkini: Jurnalis Tewas di Gaza, Profil Caspar Veldkamp

    Jumlah Jurnalis Palestina yang Tewas di Gaza Mencapai 240 Orang

    Jumlah jurnalis Palestina yang tewas akibat serangan Israel di Jalur Gaza sejak Oktober 2023 telah meningkat menjadi 240 orang, menurut laporan otoritas Palestina. Korban terbaru adalah Khaled Mohammed Al-Madhoun, seorang juru kamera dari Palestine TV.

    Tahsin al-Astal, wakil ketua Serikat Jurnalis Palestina, menyebutkan bahwa jumlah jurnalis yang tewas bertambah enam orang dalam beberapa hari terakhir. Angka ini membuat konflik di Gaza menjadi perang paling mematikan bagi jurnalis dalam sejarah, melampaui jumlah korban dari Perang Dunia I dan II (total 68), Perang Vietnam (63), dan Perang Afghanistan (127).

    Para jurnalis yang gugur di Gaza tidak hanya kehilangan nyawa mereka, tetapi juga mengorbankan kebebasan pers untuk memberitakan kejadian-kejadian penting di wilayah tersebut. Dengan semakin meningkatnya jumlah korban, situasi ini semakin memperkuat dugaan adanya pelanggaran terhadap hukum internasional.

    Krisis Kelaparan di Gaza Menjadi Perhatian Global

    Klasifikasi Fase Keamanan Pangan Terpadu (IPC) yang didukung PBB mengumumkan bahwa kelaparan telah melanda Gaza. Sebanyak 514.000 orang, hampir seperempat populasi wilayah itu, saat ini mengalami kelaparan. Angka ini diperkirakan akan meningkat menjadi 641.000 orang pada akhir September.

    Pengumuman ini menandai kegagalan global dalam menangani krisis kemanusiaan di Gaza. IPC mencatat bahwa ini adalah pertama kalinya kelaparan tercatat di luar Afrika. Kelompok global tersebut memperkirakan kondisi kelaparan akan menyebar ke wilayah tengah dan selatan Deir el-Balah dan Khan Younis pada akhir bulan depan.

    Perang dan pengepungan yang berlangsung sejak lama menyebabkan keterbatasan akses terhadap makanan, air bersih, serta layanan kesehatan. Situasi ini memicu kekhawatiran besar dari organisasi internasional dan lembaga bantuan kemanusiaan yang meminta tindakan segera untuk mencegah krisis yang lebih parah.

    Pengunduran Diri Menteri Luar Negeri Belanda

    Caspar Veldkamp, Menteri Luar Negeri Belanda, mengundurkan diri dari jabatannya pada Jumat, 22 Agustus 2025. Keputusan ini diambil setelah gagal mendapatkan dukungan kabinet untuk memberlakukan sanksi tambahan terhadap Israel.

    Veldkamp, anggota Partai New Social Contract (NSC), gagal meyakinkan rekan-rekannya di kabinet untuk mengambil sikap lebih keras terhadap Israel. Salah satu usulan yang dia ajukan adalah melarang masuk Bezalel Smotrich dan Itamar Ben Gvir, dua tokoh sayap kanan Israel yang dianggap sebagai penghasut kekerasan terhadap warga Palestina.

    Selain itu, Veldkamp mencabut tiga izin ekspor komponen kapal angkatan laut yang bisa digunakan oleh Israel. Dia juga secara berkala memperingatkan tentang memburuknya kondisi kemanusiaan di Gaza. “Saya melihat apa yang terjadi di Gaza, serangan di sana, dan apa yang terjadi di Tepi Barat,” katanya, menunjukkan kepeduliannya terhadap situasi di wilayah tersebut.

    Keputusan Veldkamp diikuti oleh menteri dan sekretaris negara dari Partai NSC yang ikut mundur sebagai bentuk solidaritas. Pengunduran dirinya menunjukkan ketidakpuasan terhadap kebijakan pemerintah Belanda dalam menangani krisis di Gaza.