Tag: kecerdasan buatan

  • Video Sri Mulyani Sebut Guru ‘Beban Negara’ Dibuat AI

    Video Sri Mulyani Sebut Guru ‘Beban Negara’ Dibuat AI

    Video AI yang Menyebut Guru sebagai “Beban Negara” Viral di Media Sosial

    Sebuah video pendek yang menampilkan Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, menyebut guru sebagai “beban negara” beredar secara luas di media sosial beberapa hari setelah ia memberikan pidato tentang pendanaan negara untuk para pendidik. Namun, pernyataan tersebut tidak benar dan telah dibantah oleh Sri Mulyani sendiri.

    Video berdurasi enam detik ini menunjukkan Sri Mulyani berbicara di atas podium dengan ucapan “Guru itu beban negara.” Video tersebut diunggah ke Facebook pada 17 Agustus 2025 dan telah ditonton lebih dari 348.000 kali. Keterangan dalam postingan menulis: “Jasa guru sudah tidak ada harganya lagi di mata dia. Padahal guru mencerdaskan anak bangsa. Tapi di mata dia sudah dianggap beban negara. Bagaimana menurut kamu, masih diamkah guru-guru seluruh Indonesia?”

    Video tersebut muncul beberapa hari setelah Sri Mulyani berbicara tentang alokasi anggaran pemerintah untuk pendidikan, termasuk untuk guru dan dosen, dalam sebuah pidato di Institut Teknologi Bandung (ITB) pada 7 Agustus. Pernyataan mengenai kesejahteraan guru dan dosen di Indonesia sering menjadi topik pembicaraan. Banyak laporan media lokal menunjukkan bahwa gaji pendidik masih rendah, sehingga banyak dari mereka yang terpaksa mengambil pekerjaan sampingan lain untuk bertahan hidup.

    Video yang sama juga beredar di Instagram, TikTok, dan X. Beberapa komentar mengecam isi video tersebut. Misalnya, salah satu komentar menyatakan: “Kau itu yang sesungguhnya beban negara. Guru itu pahlawan tanpa tanda jasa.” Sementara komentar lain mengatakan: “Anda dididik oleh guru namun anda tidak punya rasa hormat terhadapnya.”

    Namun, tidak ada laporan resmi yang menyebut bahwa Sri Mulyani pernah menyebut guru sebagai “beban negara.” Pencarian gambar terbalik di Google Lens menggunakan potongan gambar dari video yang beredar menemukan label “buatan Google AI.” Kemampuan Google dalam mendeteksi gambar AI ini didukung oleh teknologi SynthID yang diluncurkan pada 2023 melalui laboratorium AI DeepMind milik perusahaan teknologi tersebut.

    Di pojok kanan bawah video juga terdapat watermarks bertuliskan “Veo,” yaitu platform pembuatan video milik Google yang memungkinkan pengguna menciptakan video AI berdurasi delapan detik. Baju yang dipakai Sri Mulyani dan dekorasi panggung yang berada di belakangnya sama persis dengan foto dan video pidatonya di ITB yang disiarkan secara langsung oleh kanal resmi YouTube milik Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi.

    Dalam pidatonya, Sri Mulyani menyampaikan bahwa cluster kedua adalah untuk guru dan dosen, dan belanjanya mencakup gaji hingga tunjangan kinerja. Ia juga menyebut bahwa banyak orang di media sosial mengatakan bahwa menjadi dosen atau guru tidak dihargai karena gajinya tidak besar. Ia menambahkan bahwa ini juga menjadi tantangan bagi keuangan negara, apakah semuanya harus berasal dari keuangan negara atau ada partisipasi dari masyarakat.

    Sri Mulyani juga telah menyanggah klaim bahwa dia mengatakan guru sebagai beban negara dalam sebuah postingan di akun resmi Instagramnya. Dalam postingan yang diunggah pada 19 Agustus, ia menyebut video tersebut sebagai hasil deepfake dan potongan tidak utuh dari pidatonya dalam Forum Konvensi Sains, Teknologi dan Industri Indonesia di ITB pada 7 Agustus lalu.

    Klaim palsu tentang Sri Mulyani telah beberapa kali beredar di media sosial, termasuk misinformasi yang dibuat menggunakan teknologi AI. Hal ini menunjukkan pentingnya kewaspadaan dan verifikasi informasi sebelum menyebarkan berita di media sosial.