Pernyataan Menteri Pertahanan Israel tentang Kekuasaan di Wilayah Suriah
Menteri Pertahanan Israel, Katz, menyatakan bahwa Pasukan Pertahanan Israel (IDF) tidak akan mundur dari wilayah-wilayah yang mereka duduki di Suriah. Ia menegaskan bahwa IDF akan tetap berada di Gunung Hermon, yang merupakan gunung tertinggi di Suriah, serta wilayah-wilayah lainnya yang dianggap penting untuk keamanan negara.
Katz mengatakan bahwa tindakan tersebut dilakukan sebagai bagian dari langkah-langkah pencegahan ancaman dari pihak Suriah. Pernyataannya ini merujuk pada peristiwa 7 Oktober, yaitu serangan Hamas terhadap Israel dua tahun lalu. Menurutnya, keberadaan IDF di kawasan tersebut adalah bentuk perlindungan terhadap Dataran Tinggi Golan dan warga Galilea.
Serangan dan Ekspansi Wilayah IDF di Suriah
Di tengah pernyataan tersebut, IDF terus memperluas area pendudukannya di Suriah. Pada hari Selasa, mereka melakukan serbuan ke Desa Taranja di kawasan pedesaan Quneitra utara. Satu warga sipil dikabarkan tewas dalam serbuan itu. Sehari sebelumnya, IDF juga menyerbu daerah Damaskus, menguasai Tal Bat al-Warda dan menyerbu Desa Beit Jann. Di sana, IDF menembaki warga sipil dan memicu kepanikan.
Ekspansi IDF di Suriah dimulai setelah Presiden Suriah Bashar al-Assad digulingkan oleh kelompok Hayat Tahrir al-Sham (HTS) akhir tahun lalu. Sejak saat itu, IDF terus memperluas wilayah yang mereka kuasai di Suriah selatan.
Peran IDF dalam Konflik di Provinsi Suwayda
Beberapa waktu lalu, IDF juga turut campur dalam bentrokan di Provinsi Suwayda antara faksi bersenjata Druze dan pasukan yang terkait dengan pemerintah Suriah. Dalam peristiwa tersebut, IDF melancarkan serangan besar terhadap pasukan Damaskus dan tempat-tempat di ibu kota Suriah. IDF berdalih bahwa aksi mereka bertujuan untuk melindungi kelompok minoritas Druze di Suriah.
Perjanjian Keamanan Antara Israel dan Suriah
Perundingan perdamaian antara Israel dan Suriah kembali dilakukan. Media Israel Channel 12 melaporkan bahwa kedua negara diperkirakan akan menandatangani perjanjian keamanan pada bulan September mendatang. Perjanjian ini mencakup beberapa hal penting seperti demiliterisasi Dataran Tinggi Golan, pencegahan pemulihan kembali pasukan Suriah, dan pendirian koridor kemanusiaan di Gunung Druze.
Pentingnya Gunung Hermon bagi Israel
Seorang eks pilot tempur F-16 Israel, Naftali Hazony, menjelaskan pentingnya Gunung Hermon bagi Israel. Menurutnya, pengambilalihan Gunung Hermon telah mengubah keseimbangan keamanan regional dan memberi Israel keunggulan atas musuh-musuhnya.
Gunung Hermon memiliki ketinggian 2.814 meter, sehingga ibu kota Suriah, Damaskus, berjarak sekitar 40 km dari gunung tersebut. Dengan demikian, kini Damaskus berada dalam jangkauan peluru meriam Israel. Selain itu, Hermon menjadi benteng alami yang memberikan keuntungan strategis bagi Israel.
Manfaat Strategis dari Pengambilalihan Hermon
Hermon bukan hanya memiliki nilai taktis, tetapi juga posisi strategis yang lama menjadi titik buta bagi radar Israel. Setelah dikuasai, radar Israel dapat menjangkau area yang lebih luas, termasuk wilayah-wilayah Suriah dan Lebanon. Intelijen Israel juga bisa memanfaatkan puncaknya untuk pengintaian dan penyadapan komunikasi musuh.
Selain itu, Hermon menjadi pelindung yang sempurna bagi pasukan khusus dan mata-mata Israel. Beberapa rute penyelundupan Hizbullah di utara Hermon telah diputus, sehingga fleksibilitas kelompok asal Lebanon itu terbatas. Ketika matahari terbit, bayangan dari Hermon akan menutupi markas Hizbullah di Lebanon selatan, mendominasi jalur utama ke benteng utara mereka di Lembah Beqaa.
Dengan menguasai Hermon, warga Israel utara kini bisa tidur lebih nyenyak karena tahu bahwa Israel sudah menguasai gunung ini. Kini, ancaman dari musuh-musuh Israel yang bergerak ke arah Israel akan lebih mudah terdeteksi.

Leave a Reply