Bocoran! Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 8 Halaman 33-34: Teks Laporan Observasi

Panduan Menulis Teks Laporan Hasil Observasi

Bagi siswa kelas 8 yang sedang belajar Bahasa Indonesia, halaman 33 dan 34 dari Buku Bahasa Indonesia Semester 1 Kurikulum Merdeka menawarkan panduan penting dalam menulis teks laporan hasil observasi. Materi ini disusun oleh Maya Lestari Gusfitri dan Elly Delfia, yang memberikan langkah-langkah jelas untuk membantu siswa memahami proses penulisan teks tersebut.

Langkah-Langkah Menulis Teks Laporan Hasil Observasi

Sebelum mulai menulis, siswa perlu mengikuti beberapa langkah penting berikut:

  1. Menentukan Topik dan Tujuan

    Siswa dapat mengamati lingkungan sekitar untuk menemukan ide topik. Beberapa contoh topik yang bisa diambil antara lain:
  2. Kendaraan yang digunakan peserta didik ke sekolah
  3. Lapangan parkir di sekolah
  4. Angkot di daerahmu
  5. Alat transportasi sungai
  6. Peserta didik yang bersepeda ke sekolah

  7. Melakukan Observasi

    Observasi merupakan cara untuk mendapatkan informasi yang diperlukan. Siswa harus mengamati objek atau situasi secara langsung.

  8. Mencatat Data Penting

    Data yang diperoleh selama observasi harus dicatat dengan rinci. Tujuan pencatatan data adalah agar tidak ada informasi penting yang terlewat. Pastikan semua data berasal dari pengamatan langsung, bukan dari isu atau desas-desus.

  9. Memasukkan Data ke dalam Tulisan

    Setelah data terkumpul, siswa dapat memasukkan data tersebut ke dalam bentuk teks laporan hasil observasi.

Contoh Lembar Observasi

Berikut adalah contoh lembar observasi yang dapat digunakan sebagai panduan:

  • Topik: Angkot di daerahku
  • Kelompok: XI
  • Tanggal: 18 September 2023
  • Tujuan Observasi: Mengetahui perkembangan moda transportasi umum di Kota Solo

Data yang Ditemukan:
– Angkot bermotif batik ini sebagai alternatif selain Bus BST.
– Keberadaan angkot feeder dikarenakan Bus BST belum mampu melayani keseluruhan rute yang ada di Kota Solo.
– Jam operasional angkot tersebut yaitu pukul 05.00 WIB – 20.00 WIB.
– Sama seperti Bus BST, angkot Feeder hingga saat ini juga masih gratis.

Contoh Laporan Hasil Observasi

Pembuka (Definisi Umum)

Kota Solo selalu menarik untuk disinggahi. Terdapat banyak tempat wisata baik wisata kuliner, wisata tempat bersejarah, wisata batik, dan masih banyak pilihan lain. Jalan-jalan di Kota Solo semakin mudah karena terdapat berbagai pilihan alat transportasi umum yang dapat digunakan. Alat transportasi umum yang tersedia di Solo menawarkan kenyamanan dengan harga ekonomis. Setiap orang dapat menikmati alat transportasi di Kota Solo baik wisatawan maupun warga Solo asli.

Isi (Deskripsi Bagian)

Salah satu contohnya adalah Angkot Feeder. Sebagai alternatif selain Bus BST, keberadaan angkot feeder dikarenakan Bus BST belum mampu melayani keseluruhan rute yang ada di Kota Solo. Masyarakat yang ingin menggunakan feeder atau angkutan pengumpan juga tidak dipungut biaya alias gratis. Ada 6 jalur feeder BST yang bisa dinikmati masyarakat untuk pulang pergi menjelajah Kota Solo.

Jalur Feeder BST:
1. Feeder BST 7: Rute: RSUD Ngipang – Sumpingan – Pasar Nusukan – Terminal Tirtonadi – Gilingan – Proliman Balapan – Pasar Legi – Widuran – Pasar Gedhe – Gladag – Pasar Klewer.
2. Feeder BST 8: Rute: Tipes – Cemani / Batik Keris – Sabar Motor – Gendengan – Kota Barat – Solo Paragon – Monumen Pers – Masjid Solikin – Pasar Legi – Proliman Banjarsari – SMAN 1 – Panggung – RS Dr Oen – Taman Jaya Wijaya.
3. Feeder BST 9: Rute: Pelangi Mojosongo – Pasar Sibela – Taman Jaya Wijaya – Busukan – SMAN 5 – Pasar Ngemplak – SMPN 4 – Pasar Legi – Monumen Pers – Ngapeman – Pasar Kembang – Kalilarangan – Gemblegan – Gading – Baturono – Subter Semanggi.
4. Feeder BST 10: Rute: Pasar Klewer – PGS/BTC – Gladag – Balaikota – Pasar Gede – Warung Pelem – SD Warga – SMAN 3 – Kelurahan Jagalan – Jonasan – Pucang Sawit – Jurug – Terminal Palur.
5. Feeder BST 11: Rute: Pasar Klewer – PGS / BTC – RS Kustati – Baturono – Gading – Gemblegan – Tipes – Baron – Gendengan – Ngapeman – RS PKU Muhammadiyah – Pasar Nongko – Gondang – RS Brayat Minulya – Terminal Tirtonadi.
6. Feeder BST 12: Rute: Lapangan Gentan – Pajang – Pasar Jongke – Al Muayyad – Tugu Lilin Murni Gendengan – Ngapeman – Pasar Kembang – Serengan – SMPN 19 – Dawung – Gading – Keraton – Pasar Klewer.

Penutup (Simpulan)

Batik Solo Trans (BST) adalah layanan transportasi dalam kota produk dari program pengembangan angkutan massal perkotaan melalui skema Buy The Service (BTS), yaitu sistem pembelian layanan angkutan jalan oleh Pemerintah kepada pihak operator angkutan umum untuk mendapatkan layanan yang lebih nyaman. Kota Solo bagian dari salah satu pilot project dari Program Buy the Service yang dikemas dengan nama “Teman Bus” (Transportasi Ekonomis, Mudah, Aman, dan Nyaman) yang diterapkan di 10 kota yakni Palembang, Medan, Bali, Surakarta, Yogyakarta, Makassar, Banyumas, Banjarmasin, Bandung dan Surabaya.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *